Ads 468x60px

Tentang Banyuwangi

Banyuwangi merupakan kabupaten yang terletak di ujung paling timur propinsi Jawa Timur. Disebelah Utara, Banyuwangi berbatasan dengan kabupaten Situbondo, di sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Jember dan Bondowoso, sebelah timur Selat Bali, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia. Secara geografis, Banyuwangi terletak pada koordinat 7 45’ 15” – 80 43’ 2” lintang selatan dan 113  38’ 10” Bujur Timur. Karena posisi yang demikian ini, Banyuwangi memiliki keragaman pemandangan alam, kekayaan seni dan budaya, dan adat tradisi.

Pesona alam yang indah tersebar dari wilayah utara sampai selatan, dari wilayah Barat sampai timur. Gunung, hutan, dan pantai memberi corak masing – masing wilayah. Seperti Kawah Ijen yang berada di wilayah utara, yang terkenal dengan keindahan kawah danaunya, penambang tradisional belerang yang menaiki dan munuruni kawah serta bukit Gunung Merapi, dan perkebunan yang melingkupi lereng gunung dimana Kawah Ijen berada. Disebelah selatan, Taman Nasional Alas Purwo dengan pantai, hutan, dan binatang liarnya serta Taman Nasional Meru Betiri dimana binatang langka seperti harimau jawa dan penyu tinggal dan menandai tanah Banyuwangi. Tempat – tempat tersebut merupakan sentral Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP), yang disebut dengan “Segitiga Berlian”, yang menghubungkan tempat – tempat Pariwisata satu dengan yang lainnya di Banyuiwangi.

Banyuwangi juga memiliki keanekaragaman seni dan budaya, adat tradisi. Salah satu kesenian khas Banyuwangi adalah “ Gandrung”, yaitu Tarian untuk menyambut para tamu. Tarian ini khas, yang akhirnya dijadikan maskot Pariwisata Banyuwangi. Selain itu, seblang, kuntulan, damarwulan, angklung, barong, kendang kempul, jaranan dan kesenian lain, yang merupakan kesenian khas daerah dapat disaksikan disini. Adat Tradisi yang khas biasanya diadakan setiap tahun. Adat Tradisi tersebut misalnya: petik laut, metik(padi, kopi), Rebo wekasan, kebo – keboan, ruwatan, tumplek punjen, gredoan, endog – endogan dan lain sebaginya. Adat Tradisi tersebut, yang ditampilkan dalam waktu tertentu setahun, dikemas dalam calender of events.

Kerajinan daerah dan makanan daerah yang merupakan hasil dari home industri juga tersebar diseluruh wilayah Banyuwangi.Beberapa produk dan tempat yang dikunjungi diantaranya adalah batik tulis di Temenggungan dan Tampo (Cluring), kerajinan bambu di Kecamatan Rogojampi dan Kalipuro, dan lain sebagainya.

Banyuwangi didiami oleh berbagai suku daerah. Using adalah suku asli Banyuwangi. Suku ini memiliki bahasa tersendiri. Suku Jawa meupakan mayoritas yang mendiami Banyuwangi. Disamping itu, Suku Madura, Bali dan Banjar juga ada.

Keanekaragaman pemandangan alam, kekayaan seni dan budaya, dan adat tradisi Banyuwangi merupakan mahkota yang harus dipelihara dan ditunjukkan kepada dunia luar, sehingga potensi itu dapat bermanfaat baik untuk masyarakat maupun pemerintah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Kekayaan tersebut merupakan modal untuk pembangunan terutama di bidang Pariwisata yang harus diangkat di kancah Pariwisata Nasional maupun Internasional.

Sumber: http://www.banyuwangitourism.com